^SasyZone^

without Allah I'm nothing

Archive for the tag “harapan”

Hanya Terlintas saja

Kenapa sih jadi gini?
Kenapa sih kamu gitu?
Kenapa sih gak mau?
Apa aku harus gitu?
Aku terpaksa!
Aku tertekan!
Aku jenuh!
Aku gak tahan lagi!
Aku kecewa!
Aku sedih 😦
Aku harus gimana lagi?
Aku harus cerita ke siapa?
Tidak ada yang sayang denganku 😦
Kamu jahat!
Kamu pembohong!
Kamu tega ya?
Salahku apa?
Maafin aku 😦
Aku gak akan ngulangin lagi
Tolong percaya padaku
Jangan begitu padaku,aku tak tahan.
Tolong…

_cuma terlintas saja_
_emosi sesaat_
_sering terulang seperti siklus_
_senang sedih itu biasa_
_jangan berlebihan_
_yuk move on_

Iklan

Jangan hanya sekedar mimpi :)

Siang tadi sekitar jam 1 siang setelah dzuhur aku tertidur, atau mungkin memang niat tidur siang 🙂 aku bermimpi. Karena apa yang ada didalam mimpiku itu benar-benar aku ingat, maka aku ingin berbagi sedikit kebahagiaan dihatiku saat ini. Kebahagiaan karena adanya keinginan yang uncul setelah mimpiku siang tadi.

Di dalam mimpi….
Aku berada dalam lingkungan pesantren atau pondok disekitar Purwokerto. Aku ingat betul, waktu kecil aku pernah mengaji setiap sore di Pesantren itu.
Sekitar sore hari waktu Ashar, para santri berwudhu dan bersiap-siap untuk sholat. Namun mereka bukan sholat di dalam Masjid atau di dalam pondok tersebut. Para santri itu sholat dihalaman pondok pesantren. Tak ada yang masuk ke dalam pondok untuk sholat.
Sedangkan aku ?
Aku tak mengikuti teman-teman lainnya untuk sholat di luar pondok. Aku justru masuk ke dalam pondok dan meminta ijin kepada Bu Nyai (istri Bapak kyai) untuk sholat di dalam pondok itu. Bu Nyai mengatakan untuk sholat di dalam pondok ada syaratnya. Syarat itu adalah harus hafal AlQur’an. Hafal Alqur’an penuh, seutuhnya #) juz, bukan hanya juz 30 saja. Sontak aku harus menghafal dulu kan agar bisa sholat?
Aku mencari-cari Alqur’an diLemari di dalam pondok itu. Banyak kitab-kitab yang rapi di lemari itu, tapi tak kutemukan Alqur’an yang aku cari untuk menghafalkannya. Aku hampir putus asa.
Aku bertanya kepada Ibu Nyai “Apakah tidak ada kebijaksanaan lain, mengingat waktu sholat harus secepatnya, aku menggantung wudhu”. Bu Nyai menanyakan hal itu kepada Pak Kyai tetapi beliau menjawab “itu sudah menjadi peraturan”.
Aku hampir putus asa, benar-benar takut tak bisa sholat saat itu juga karena tidak bisa menghafalkan Alqur’an seutuhnya. Ada ibu-ibu atau entah wanita yang aku tidak kenal siapa disekitar lemari itu. Aku meminta tolong kepadanya, untuk mencarikan Alqur’an untukku “tolong carikan Alqur’an yang sejelas-jelasnya”.
Alhamdulillaaah, beliau memberikanku Alqur’an dengan sampul berwarna hitam. Aku buka, dan aku mulai dari Surat Al Fatihah. Dan saat masih membaca surat itu, aku terbangun.

🙂
images

aku ceritakan hal ini kepada ibuku, dan orang terdekatku 🙂
dan jawaban mereka penuh doa. Aku berharap mimpi ini tak hanya bunga tidur semata. Besar harapanku ini menjadi pengingat untuk diriku sendiri agar aku niat dan membulatkan tekadku untuk belajar menghafal Alqur’an 🙂

Aku pun berharap banyak doa yang baik dari kalian semua. Banyak doa agar aku memulai hal ini. Hingga aku benar-benar menjadi manusia yang lebih baik dari saat ini 🙂

Post Navigation