^SasyZone^

without Allah I'm nothing

Slametan Gunung Slamet

Aktivitas Gunung Slamet yang bertambah membuat status gunung ini dinaikkan dari Normal (Level 1) menjadi Waspada (Level 2) sejak hari Senin 10 Maret 2014 kemarin mulai pukul 21.00 WIB (jateng.trubunnews.com) . Peningkatan status ini membuat beberapa warga Banyumas panik, Terlebih dengan adanya pesan berantai (Broadcast Message) dari pihak yang mungkin iseng dengan melebih-lebihkan berita yang belum tentu benar.

Pagi ini…ย Setelah sarapan pagi sekitar pukul 08.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian rumahku ๐Ÿ™‚ ) aku duduk-duduk ngobrol dengan ibuku dan tetangga. Tetanggaku itu sering aku panggil dengan sebutan Uwa Ribut. Uwa itu sebutan untuk Bude, kakak dari orangtua kita. Tetapi sebutan itu bukan karena beliau kakak orangtuaku persis, Entah karena dekat ,lebih tua dari orangtuaku, atau memang ada hubungan keluarga aku kurang paham ๐Ÿ™‚

Awalnya mereka berdua ngobrol dan aku ikutan nimbrung. Biasa lah emak-emak ngobrolnya ngalor ngidul macem-macem, tapi aku penasaran dengan hal yang mereka obrolin pagi ini. Obrolan mereka mengenai makanan yang akan mereka masak untuk acara Slametan Gunung Slamet. Acara apa sih itu?

Ternyata Slametan Gunung Slamet ini adalah salah satu tradisi yang dilakukan dengan harapan agar Gunung Slamet tidak erupsi dengan skala besar. Beberapa RT yang lain sudah ada yang melakukan Slametan Gunung Slamet ini pada hari-hari kemarin, dan Sabtu malam ini rencananya InsyaAllah akan dilaksanakan juga di Mushola Nurul Iman Rt.03/Rw.01 Kedungmalangย  Kecamatan Sumbang (Banyumas) pada ba’da Isya.

Apa saja sih menu untuk Slametan Gunung Slamet itu?

Aku tanya ke ibuku dan Uwa Ribut soal menunya, sama atau berbeda dengan Slametan lainnya? eh ternyata ada bedanya. Slametan Gunung Slamet itu ada satu bahan yang diwajibkan, yaitu serba gandul (pepaya) entah itu oseng gandul (pepaya), kluban godong gandul (pepaya) atau oseng godong gandul (pepaya). Dan ada beberapa menu atau masakan lain yang menyertai seperti mendoan, masak mie (mie goreng), daging ayam (biasanya digoreng), rempeyek serta buah (semangka atau jeruk). Menu lawuhan tersebut untuk menemani nasi tumpeng yang dibuat.

Kenapa harus ada menu serba gandul (pepaya) ?

Filosofi nya adalah supaya Gunung Slamet tetap gumandul di atas (tidak berubah), lebih tepatnya tidak erupsi atau meletus. Sehingga Slametan ini merupakan doa warga Banyumas supaya Gunung Slamet tetap berdiri kokoh dan melindungi masyarakat yang ada di sekitarnya supaya Slamet ๐Ÿ™‚ Amiiiiiin.

Iklan

Single Post Navigation

2 thoughts on “Slametan Gunung Slamet

  1. pindah ponorogo aja, aman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: